Monday, June 4, 2007

Mimpi


Long weekend kami nggak ada acara khusus, cuma ngabisin waktu di rumah sambil bersih2 rumah, masak, nonton tv, dan palingan hari minggu kami ke rumah kakak di Serang. Jumat dirumah aja, Sabtu dirumah dan keluar sebentar pengen makan bakso karena memang udah lama nggak makan bakso. Hmmm…Minggu ke Serang. Nah Minggu malem, sepulang dari Serang karena udah capek dan ngantuk banget Bunda akhirnya ketiduran dan bermimpi.

Cerita dalam mimpi itu sampai sekarang masih berasa. Dalam mimpi Bunda, ayah menikah lagi dengan wanita yang pastinya lebih cantik dari Bunda, penurut, dan pokoknya Bunda kalah semuanya deh. Critanya kami bertiga tinggal serumah. Dan ayah sepertinya perhatiannya lebih condong ke wanita tadi. Di dalam rumah itu ayah bermesraan dengan si wanita tadi. Di sayang-sayang, kemana2 dianterin. Hati ini rasanya kayak disayat-sayat silet (sampai udah bangunpun perasaan disayat2 ini masih berasa…xixixix). Perasaan Bunda hancur, nyesek, pengen nangis, iri, pengen berontak tapi nggak bisa, pengen pergi (minggat) tapi nggak mampu, ingin sekali ngedamprat si wanita tadi tapi kok nggak bisa juga. Kayaknya yang Bunda rasain dalam mimpi tadi malam itu nyata. Nyata sekali…sampai pas begitu bangun, rasa sakit itu masih terasa.

Setelah cooling down, Bunda nggak bisa tidur lagi. Bunda nggak cerita tentang mimpi semalem ke ayah. Bunda mikir, gimana kalo itu benar terjadi pada saya, gimana dengan anak2, dan masih banyak pertanyaan2 yang muncul di benak bunda. Pikiran bunda langsung tertuju sama Teh Ninih (Istri aa Gym). Bener2 dia adalah wanita yang hebat. Semua wanita pasti akan merasakan hal yang seperti saya rasakan seperti dalam mimpi bahkan mungkin rasa sakit itu melebihi yg saya rasakan. Jika bunda di posisi teh ninih, gak akan mampu…

Jauh dilubuk hati yang paling dalam saya berdoa, semoga mimpiku tak menjadi kenyataan.

Friday, May 25, 2007

Punggung ayah ada pohonnya

Semalem ayah minta dikerokin, katanya badannya nggak enak banget, masuk angin kayaknya.

Nah, sembari nonton TV saya kerokin ayah. Belva lagi sibuk belajar menggunting (semua kertas yg ada didepannya dia digunting abissss). Dari mulai leher, pundak, punggung sedikit demi sedikit akhirnya penuh rata dengan merah2 kerokan.

Bunda : “Sippphh..kelar yah..”
Ayah : “Bun, coba finishingnya gosok pake balsem, biar tambah anget”
Belva : Melongo liat punggung ayah, dan dengan polosnya tanya
“Ayah, itu pohon apa ?”
Ayah : “Pohon dimana ? “
Belva : “Punggung ayah ada pohon apa ?”
Bunda : ??????? “ooooohhh…Itu bekas kerokan sayang….bukan pohon”.
Ayah : “Hmmm...ada2 aja”.

Tuesday, May 22, 2007

Siapa yang tau maksud Allah ?

Rasulullah pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Dibawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya.

Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.Hingga akhirnya ada seorang Rahib yang mengatakan bahwa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar kabar ini. Meskipun raja menyadari bahwa saat ini bukanlah musim ikan itu muncul kepermukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk mencari ikan itu. Aneh bin ajaib walaupun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal kebijakannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Dan ternyata kesimpulan para tabib sama, yaitu obatnya adalah sejenis ikan tertentu yang saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut. Karena itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.

Tapi apa yang terjadi? Ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak..! Walaupun pihak kerajaan telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun meninggal...
Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu. Akhirnya mereka menghadap Tuhan dan bertanya, "Ya Tuhan kami, apa sebabnya Engkau menggiring ikan-ikan itu ke permukaan sehingga raja yang zalim itu selamat; sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?"

Tuhan pun berfirman, "Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu Aku balas kebaikannya itu didunia, sehingga pada waktu dia datang menghadap-Ku, tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah !

Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, karena itu Aku hukum dia didunia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa padanya, karena hukuman atas dosanya telah Kutunaikan seluruhnya di dunia!"

Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah bersayap ini.

Pelajaran pertama adalah: Ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan Allah di dunia ini juga; sehingga dengan demikian di akhirat nanti dosa itu tidak diperhitungkan-Nya lagi. Keyakinan hal ini dapat menguatkan iman kita bila sedang tertimpa musibah.

Pelajaran kedua adalah: Bila kita tidak pernah tertimpa musibah, jangan terlena. Jangan-jangan Allah 'menghabiskan' tabungan kebaikan kita. Keyakinan akan hal ini dapat menjaga kita untuk tidak terbuai dengan lezatnya kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan ukhrowi.

Pelajaran ketiga adalah: Musibah yang menimpa seseorang belum tentu karena orang itu telah berbuat kekeliruan. Keyakinan ini akan dapat mencegah kita untuk tidak berprasangka buruk menyalahkannya, justru yang timbul adalah keinginan untuk membantu meringankan penderitaannya.

Pelajaran keempat adalah: Siapa yang tahu maksud Allah?

Sumber : Hudzaifah

Wednesday, May 16, 2007

Cewek (Matre) & Cowok (Playboy)

Tuhan menciptakan manusia menurut jenis kelaminnya ada 2, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki anatomi dan sifat yang berbeda. Secara fitrahpun, kedua manusia tersebut juga memiliki sifat saling mengagumi. Seorang laki-laki mengagumi seorang perempuan, demikian juga sebaliknya. Kalo seorang laki-laki mengagumi laki2 juga, atau perempuan mengagumi perempuan, itu udah diluar topik ini…ixixixxixi.


Ada salah satu temen bilang ke saya gini, seorang perempuan jaman sekarang (ini jaman sekarang lho…dan nggak semua kaleee) lebih tertarik dengan hal2 yang berbau materi. Misalnya, rumah mewah, mobil mewah, aksesoris mewah, furniture mewah, dll. Sedangkan seorang laki2 akan takluk dan mati kutu kalo melihat wanita cantik dan seksi. Hmmm….masak seeh..pikir saya saat itu.

Suatu hari, saya dan temen sekantor saya (kebetulan seorang laki2) harus menghadiri meeting diluar. Begitu sampai di parkiran gedung, disana udah berjejer mobil2 mewah yg masih mulus2 warna item. Secara refleks, kami bersamaan bilang “wow….”. Trus timbul percakapan kecil :

Saya : “Wow…keren banget”

Teman : “Iya, seksi banget”

Saya : “Seksi ??? maksud loh…(logatnya kaya abg jaman sekarang..hihi)

Teman : “ Iya, cewek yang naik jaguar itu, seksi and cantik abis”

Saya : “ Maksud gue, mobil itu keren, huh dasar cowok…
gak bisa liat cewek kinclong dikit”

Teman : “Dasar loe juga matreee, gak bisa liat mobil kinclong bentar aja. Tuh kan, bener yg gw bilang, cewek itu cenderung suka
hal2 yang berbau materialistic. Beda ama laki.

Saya : “iye, artinya kalo cewek itu matre, dan cowok itu playboy”

Teman : (Cuma nyengirr kaya kuda…)


Dari kejadian ini, kayaknya terbukti tuh omongan temen saya. Meskipun nggak semua sih (inget…nggak semua…). Dan saya kayaknya tergolong cewek matre nih….heheeheh. Hayo, siapa lagi yang merasa matre….ixixixixi